Kisah Bocah SD Peraih Medali Emas Olimpiade Matematika

Kisah Bocah SD Peraih Medali Emas Olimpiade Matematika



SIDOARJO - Andika Naufal Helmy (11), siswa kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Insan Kamil, Dusun Pecantingan, Desa Sekardangan, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur, bisa dibilang berbeda dengan teman sebayanya.

Saat guru menerangkan pelajaran di kelas, dia tidak menghiraukan dan asyik sendiri. Namun, siapa sangka dia bisa meraih medali emas dalam Oympiade International Mathematics Contest (IMC) Union 2012, di Global Indian International School, Singapura, beberapa waktu lalu.

Dengan mengayuh sepeda ontel, Andika berangkat sekolah dari rumahnya di Perumahan Mutiara Citra Graha (MCG) Blok D6/17, Desa Larangan, Kecamatan Candi. Dia tidak risau meski harus menempuh jarak sekira dua kilometer untuk sampai di sekolahnya.

Tanpa mengeluh, setiap hari dia menikmati perjalanan itu. Menggunakan baju putih dan celana merah dia terus mengayuh sepeda setiap pagi bersama adiknya. “Adik saya kelas 2, tiap pagi berangkat sekolah naik sepeda sama saya. Karena pulangnya tidak bareng, jadi bawa sepeda sendiri-sendiri,” ujar Andika, Senin (27/8/2012).

Putra pertama Elis Widiarini tersebut seperti acuh dan asyik sendiri saat guru menerangkan pelajaran. Tapi, ketika ada pelajaran yang tidak sesuai, dia langsung mengacungkan tangan dan berkomentar tidak seperti itu pelajarannya.

Meski tergolong cuek, namun nilai Andika di atas teman-temannya. Sejak kelas 1 dia sudah meraih ranking pertama dan nilai rata-rata seluruh pelajaran di atas 9. Bahkan, matematika mendapatkan nilai 10. “Kami awalnya heran, saat diterangkan dia cuek tapi nilai mata pelajarannya bagus,” ujar Taufik, wali kelas Andika.

Karena menonjol di mata pelajaran matematika, saat kelas 3, Andika sudah menguasai pelajaran matematika untuk kelas 6. Hal ini yang membuat Andika dijadikan asisten guru matematika saat mengajar di kelas 5. Dia bisa menerangkan mata pelajaran matematika ke teman-temannya, bahkan dalam beberapa cara penyelesaian soal matematika.

Suatu hari, saat siswa kelas 6 sedang pelajaran matematika, Andika tidak sengaja lewat dan melihat dari pintu kelas. Anehnya, setelah itu, dia bisa menyelesaikan soal matematika yang diajarkan untuk siswa kelas 6.

“Saya heran, padahal hanya melihat sebentar, tapi dia bisa mengerjakan soal untuk kelas 6," ujar Syamsul Umar, guru matematika SDIT Insan Kamil.

Tak jarang, bila Syamsul mengajar matematika di kelas 5 dia menyuruh Andika menerangkan ke teman-temannya. Pelajaran yang disampaikan tidak ada yang keliru.

Andika mudah menyerap apa yang dilihat dan dibaca. Bahkan, meski kini masih kelas 5 SD dia sudah bisa menghafal Alquran hampil 2 juz. Padahal, biasanya siswa SDIT Insan Kamil baru bisa menghafal Alquran 2 juz setelah lulus SD.

Karena menonjol di mata pelajaran matematika itulah dia diikutkan seleksi Olympiade Matematika se-Asia Tenggara. Sebenarnya, SDIT Insan Kamil mengikutkan beberapa siswanya saat seleksi, namun hanya Andika yang lolos dan akhirnya bisa meraih medali emas.

Tak hanya pintar, Andika juga dikenal sebagai anak mandiri. Sesampainya di rumah usai sekolah, Andika tidak langsung bertemu ibunya karena belum pulang kerja di Direktorat Jendral Pajak (DJP) Gresik Selatan. Di rumahnya tidak ada pembantu. Tapi dia memang anak mandiri, pulang langsung mandi. Saat magrib dia salat berjamaah di masjid terdekat. Biasanya, anak seusianya masih manja dengan orangtuanya.

Saat istirahat di sekolah, Andika memanfaatkannya dengan membaca buku. Dia mudah menghafal buku-buku yang dibaca meski hanya sekali. Hal ini yang membedakan Andika dengan teman-teman sebayanya.

Guru-guru di tempatnya sekolah awalnya mengira jika Andika merupakan anak berkebutuhan khusus. Namun, perilaku dia di sekolah seperti anak normal dan hanya lebih senang bertanya atau diam. IQ anak pertama dari dua bersaudara itu juga tergolong tinggi, yakni 136, sehingga wajar bila lebih cerdas dibanding teman-temannya.

Meski ber-IQ tinggi, namun Andika tidak mempunyai cita-cita yang muluk. Dia hanya ingin menjadi guru dan dosen.

Setelah meraih medali emas dalam Olympiade Matematika se-Asia Tenggara, Andika mengaku ingin mengikuti ajang lebih mendunia lagi. Tidak ada persiapan khusus saat mengikuti Olympiade Matematika tingkat Asia-Tenggara itu. Bahkan, saat di rumah dia juga jarang membaca pelajaran matematika. “Kalau belajar saya membaca sekilas-sekilas saja," pungkas siswa yang suka makan sate tersebut.



Jenis Tagihan atau Alat Penilaian

Jenis Tagihan atau Alat Penilaian


Untuk memperoleh data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan belajar diperlukan adanya tes. Dalam setiap tes tentunya memerlukan seperangkat alat penilaian. Berdasarkan pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) alat penilaian atau jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain:

Evaluasi itu Penting

Evaluasi itu Penting


Evaluasi atau npenilaian merujuk pada semua sarana yang digunakan di sekolah untuk secara resmi mengukur kinerja peserta didik. Sarana ini meliputi ulangan singkat dan ujian, evaluasi tertulis, dan nilai. Evaluasi peserta didik biasanya difokuskan pada pencapaian akademis, tetapi tidak dipungkiri banyak sekolah juga menilai perilaku dan sikap. 

Buku Panduan Olimpiade Matematika SMA

Buku Panduan Olimpiade Matematika SMA


Seringkali kita mendapati soal-soal olimpiade di internet, namun semua hanya sebatas soal. atau kalaupun ada penyelesaiannya kita kurang memahami. nah dengan adanya buku panduan olimpiade ini diharapkan dapan membantu para guru dalam membimbing siswanya. berisikan uraian materi matematika yang biasanya digunakan dalam penyelasain soal olimpiade, contoh soal plus penyelesaian, dan soal-soal latihan olimpiade. baik langsung saja download bukunya .







Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten/Kota & Provinsi


Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SMA Tingkat Kabupaten/Kota & Provinsi


Soal Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten/Kota

  • Soal OSN Matematika 2002  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2013  --(Download)--





Soal Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi
  • Soal OSN Matematika 2002  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--

  • Soal OSN Matematika 2013  --(Download)--



Jika ada teman-teman yang memiliki koleksi kumpulan soal lain, mohon kiranya mengirimkan ke e-mail saya (yoyoapriyanto@gmail.com) untuk di-up-load di halaman ini. Mudah-mudahan, dengan cara seperti ini, tujuan Pemerintah (melalui Depdiknas) untuk meningkatkan kualitas SDM Bangsa Indonesia melalui kompetisi/olimpiade dapat berhasil dengan gemilang. Amin. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.








Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SD Tingkat Kabupaten/Kota & Provinsi


Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SD Tingkat Kabupaten/Kota & Provinsi


Soal Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten/Kota
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--





Soal Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--








Latihan Soal OSN 2013
  • Latihan Soal OSN Matematika 1  --(Download)--  
  • Latihan Soal OSN Matematika 2  --(Download)--   
  • Latihan Soal OSN Matematika 3  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 4  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 5  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 6  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 7  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 8  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 9  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 10  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 1--(Download)--  
  • Latihan Soal OSN Matematika 12  --(Download)--   
  • Latihan Soal OSN Matematika 13  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 14  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 15  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 16  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 17  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 18  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 19  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 20  --(Download)--
  • Latihan Soal OSN Matematika 21  --(Download)--  




Jika ada teman-teman yang memiliki koleksi kumpulan soal lain, mohon kiranya mengirimkan ke e-mail saya (yoyoapriyanto@gmail.com) untuk di-up-load di halaman ini. Mudah-mudahan, dengan cara seperti ini, tujuan Pemerintah (melalui Depdiknas) untuk meningkatkan kualitas SDM Bangsa Indonesia melalui kompetisi/olimpiade dapat berhasil dengan gemilang. Amin. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.






Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SMP Tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi & Nasional


Kumpulan Soal Olimpiade Matematika SMP Tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi & Nasional





Soal Olimpiade Matematika Tingkat Kabupaten/Kota
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--

  • Soal OSN Matematika 2013  --(Download)--





Soal Olimpiade Matematika Tingkat Provinsi
  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--
  • Soal OSN Matematika 2013  --(Download)--



Soal Olimpiade Matematika Tingkat Nasional

  • Soal OSN Matematika 2003  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2004  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2005  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2006  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2007  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2008  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2009  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2010  --(Download)--   
  • Soal OSN Matematika 2011  --(Download)--  
  • Soal OSN Matematika 2012  --(Download)--    
  • Soal OSN Matematika 2013  --(Download)--



Jika ada teman-teman yang memiliki koleksi kumpulan soal lain, mohon kiranya mengirimkan ke e-mail saya (yoyoapriyanto@gmail.com) untuk di-up-load di halaman ini. Mudah-mudahan, dengan cara seperti ini, tujuan Pemerintah (melalui Depdiknas) untuk meningkatkan kualitas SDM Bangsa Indonesia melalui kompetisi/olimpiade dapat berhasil dengan gemilang. Amin. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.



Jenis-jenis Hasil Belajar

Jenis-jenis Hasil Belajar



Adapun jenis-jenis hasil belajar adalah sebagai berikut:

Pengertian Media Pembelajaran

Pengertian Media Pembelajaran


Bovee (1997) mengatakan bahwa "Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan. Media merupakan bentuk jamak dari kata "Medium" yang berasal dari bahasa latin yang artinya antara. Istilah media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menjadi perantara atau penyampai informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan.  

Pemikiran Kritis

Pemikiran Kritis



Salah satu sasaran utama sekolah adalah meningkatkan kemampuan peserta didik berpikir kritis, mengambil keputusan rasional tentang apa yang harus dilakukan atau apa yang harus diyakini. Contoh pemikiran kritis meliputi upaya mengidentifikasi iklan yang menyesatkan, mengidentifikasi asumsi atau kekeliruan dalam pendapat, dan menimbang-nimbang bukti yang berlawanan. Pengajaran pemikiran kritis yang efektif mendorong penerimaan terhadap sudut pandang yang berlainan dan diskusi bebas. Kemampuan pemikiran kritis paling baik dipelajari menurut topik-topik yang sudah tidak asing lagi bagi peserta didik. Barangkali yang terpenting, tujuan mengajarkan pemikiran kritis adalah menciptakan semangat kritis, yang mendorong peserta didik mempertanyakan apa yang mereka dengar dan memeriksa pemikiran mereka sendiri untuk menemukan ketidakkonsistenan atau kekeliruan logika.

Pendekatan Pembelajaran Kontekstual

Pendekatan Pembelajaran Kontekstual


Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya secara teoritis dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan cara melibtkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yaitu; konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian otentik (Authentic Assessment).
Perbedaan pendekatan kontekstual dengan pendekatan tradisional :

Karakteristik pembelajaran kontekstual bisa dipraktikan di dalam kelas, karena  karakteristik pembelajaran kontekstual sangat bermanfaat bagi peserta didik sebab bisa meningkatkan etos belajar peserta didik, karakteristik pembelajaran kontekstual ini meliputi:
  • Kerjasama
  • Saling menunjang
  • Menyenangkan, tidak membosankan
  • Belajar dengan bergairah
  • Pembelajaran terintegrasi
  • Menggunakan berbagai sumber
  • Peserta didik aktif
  • Berbagi dengan teman
  • Peserta didik kritis guru kreatif
  • Dinding dan lorong penuh dengan hasil kerja peserta didik
  • Laporan kepada orang tua tidak hanya rapor tetapi hasil karya peserta didik

Sumber: http://dedi26.blogspot.com/

Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Pengertian Strategi Pembelajaran Menurut Para Ahli

Strategi pembelajaran merupakan suatu serangkaian rencana kegiatan yang termasuk didalamnya penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam suatu pembelajaran. Strategi pembelajaran disusun untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Strategi pembelajaran didalamnya mencakup pendekatan, model, metode dan teknik pembelajaran secara spesifik. Adapun beberapa pengertian tentang strategi pembelajaran menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Soal + Pembahasan UN Matematika SMP 2012

Struktur Kurikulum 2013

Struktur Kurikulum 2013



  



Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.



Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.
Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang.





Teori Belajar Matematika Menurut 23 Ahli

Teori Belajar Matematika Menurut 23Ahli


1.  Teori Thorndike
Teori belajar stimulus-respon yang dikemukakan oleh Thorndike disebut juga dengan koneksionisme. Teori ini menyatakan bahwa pada hakikatnya belajar merupakan proses pembentukkan hubungan antara stimulus dan respon.
Terdapat beberapa dalil atau hukum kesiapan (lawofreadiness), hukum latihan(lawofexercise) dan hukum akibat(lawofeffect).

2.  Teori Skinner
  •   Burhus Frederic Skinner menyatakan bahwa ganjaran atau penguatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar.
  •   Ganjaran merupakan respon yang sifatnya menggembirakan dan merupakan tingkah laku yang sifatnya subjektif.
  •   Pengutan merupakan sesuatu yang mengakibatkan meningkatnya kemungkinan suatu respon dan lebih mengarah kepada hal-hal yang sifatnya dapat diamati dan diukur.
  •   Dalam teori Skinner dinyatakan bahwa penguatan terdiri atas penguatan positif dan penguatan negatif.Contoh penguatan positif diantaranya adalah pujian yang diberikan pada anak setelah berhasil menyelesaikan tugas dan sikap guru yang bergembira pada saat anak menjawab pertanyaan.
  •   Skiner menambahkan bahwa jika respon siswa baik(menunjang efektivitas pencapaian tujuan)harus segera diberi penguatan positif agar respon tersebut lebih baik lagi,atau minimalnya perbuatan baik itu dipertahankan
3.    Teori Ausubel
  •  Teori ini terkenal dengan belajar bermaknanya dan pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai.
  •   Bahan pelajaran akan lebih mudah dipahami jika bahan itu dirasakan bermakna bagi siswa
  •   Kebermaknaan: sesuai dengan struktur kognitif, sesuai struktur keilmuan, memuat keterkaitan
  •   Seluruh bahan (ihtisar/resume/rangkuman/ringkasan/bahan/peta)‏
  •   Peta konsep adalah bagan / struktur tentang keterkaitan seluruh konsep secara terpadu / terorganisir (herarkhis, distributive/menyebar)‏
  •   Ausubel membedakan antara belajar menemukan dan belajar menerima.Dalam belajar menerima siswa hanya menerima dan tinggal meghapalkan materi.Sedangkan pada belajar menemukan,siswa tidak menerima pelajaran begitu saja,tetapi konsep ditemukan oleh siswa.
  •   Belajar bermakna lebih dilakukan dengan metode penemuan (discovery). Namun demikian, metode ceramah (ekspositori) bisa juga menjadi belajar bermakna jika berlajarnya dikaitkan dengan permasalahan kehidupan sehari-hari, tidak hanya sampai pada tahap hapalan; bahan pelajaran harus cocok dengan kemampuan siswa dan sesuai dengan struktur kognitif siswa.

4.  Teori Gagne

Menurut Gagne ada dua objek belajar matematika, yaitu:
a. Objek langsung (fakta, keterampilan, konsep, dan aturan-aturan
(principle)
b.  Objek tak langsung (kemampuan menyelidiki dan memecahkan masalah, mandiri, bersikap positif terhadap matematika, tahu
bagaimana semestinya belajar)

Delapan tipe belajar Gagne:
a. Isyarat
b. Stimulus respon
c. Rangkaian gerak
d. Rangkaian verbal
e. Belajar membedakan
f. Pembentukan konsep
g. Pembentukan aturan
h. Pemecahan masalah

5.    Teori Pavlov
Pavlov mengemukakan konsep pembiasaan(conditioning). Dalam kegiatan belajar,  agar siswa belajar dengan baik maka harus dibiasakan. Misalnya, agar siswa mengerjakan Pekerjaan Rumah dengan baik, biasakanlah   dengan memeriksanya, menjelaskannya, atau member nilai terhadap hasil pekerjaannya.


6.     Teori baruda (Belajar dengan Meniru)
Baruda melihat juga adanya kelemahan dalam teori Skinner, yaitu bahwa respon yang diberikan siswa yang kemudian diberi penguatan tidaklah esensial, menurutnya yang eseinsial adalah bahwa seseorang akan belajar dengan baik melalui peniruan, melalui apa yang dilihatnya dari seseorng, tayangan, dll yang menjadi model untuk ditiru. Pengertian meniru ini bukan berarti mencontek,tetapi meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain,terutama guru.
Jika tulisan guru baik, guru berbicara sopan santun dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar,tingkah laku yang terpuji,menerangkan dengan jelas dan sistematik,maka siswa akan menirunya. Jika contoh-contoh yang dilihatnya kurang baik iapun menirunya.Dengan demikian guru harus menjadi manusia model yang professional.

7.    Teori Piaget
Jean Piaget menyebutkan bahwa struktur kognitif sebagai Skemata(Schemas), yaitu kumpulan dari skema- skema.Seorang individu dapat mengikat, memahami, dan memberikan respon terhadap stimulus disebabkan karena bekerjanya schemata ini.
Skemata ini berkembang secara kronologis,sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungannya,sehingga individu yang lebih dewasa memliki struktur kognitif yang lebih lengkap dari pada ketika iamasih kecil.

Tahap perkembangan kognitif:
Tahap Sensori Motor (sejak lahir sampai dengan 2 tahun)
Bagi anak yang berada pada tahap ini,pengalaman diperoleh melalui perbuatan fisik(gerakan anggota tubuh)dan sensori(koordinasi alat indra).
•  Tahap Pra Operasi(2 tahunsampaidengan7 tahun)
Ini merupakan tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit.Operasi konkrit adalahberupa tindakan- tindakan kognitif seperti mengklasifikasikan sekelompok objek,menata letak benda berdasarkan urutan tertentu,dan membilang.
•  Tahap Operasi Konkrit(7 tahunsampaidengan11 tahun)
Umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami konsep kekekalan, kemampuan mengklasifikasi,  mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objektif, dan mampu berfikir reversible.


Tahap Operasi Formal (11 tahundanseterusnya)
Tahap ini merupakantahap akhir dari perkembangan kognitif secara kualitas. Anak pada tahap ini sudah mampu malakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abstrak. Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan objek atau peristiwanya langsung, dengan hanya menggunakan simbol-simbol, ide-ide, abstraksi dan generalisasi.

8.  Teori Bruner
Jerome Brunner menyatakan bahwa belajar matematika akan lebih berhasil jika proses pengajaran anak diarahkan pada konsep-konsep dan struktur- struktur yang termuat dalam pokok bahasan yang diajarkan,disamping hubungan yang terkait antara konsep-konsep dan struktur-struktur tersebut.
Bruner menyarankan keaktifan anak dalam proses belajar secara penuh agar anak dapat mengenal konsep dan struktur yang tercakup dalam bahan yang sedang dibicarakan,sehinggaanakan memahami materi yang harus dikuasai.
Dalam proses pembelajaran hendaknya siswa diberi kesempatan untuk memanipulasi benda-benda dengan menggunakan media pembelajaran matematika.Melalui penggunaan media pembelajaran matematika yang ada,siswa akan melihat langsung keteraturan dan pola strukur yang terdapat dalam penggunaan media pembelajaran matematika yang diperhatikannya.


Tahapan belajar menurut Brunner
1. Tahap enaktif
Dalam tahap ini siswa secara langsung terlibat dalam memanipulasi objek.
2. Tahap ikonik
Tahapan dimana kegiatan siswa berhubungan dengan mental, merupakan gambaran dari objek yang dimanipulasinya.
3. Tahap simbolik
Tahapan dimana anak-anak memanipulasi simbol-simbol atau objek tertentu.

9.    Teori Gestalt
Gestalt menyatakan bahwa penguasaan akan diperoleh apabila ada prasyaratndan latihan hafal atau drill yang diulang-ulang sehingga tidak mengherankan jika ada topic-topik di tata secara urut seperti perkalian bilangan cacah kurang dari sepuluh ( Rosseffendi,19993:115-116).

Tokoh aliran ini adalah John Dewey.Ia mengemukakan bahwa pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang diselenggarakan oleh guru harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
a. Penyajian konsep harus lebih mengutamakan pengertian
b. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar harus memperhatikan kesiapan intelektual siswa.
c. Mengatur suasana kelas agar siswa siap belajar.

10.    Teori belajar W. Brownell
Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna dan pengertian hal ini sesuai dengan teori Gestalt yang menyatakan bahwa latihan hafal atau drill sangat penting dalam kegiatan pembelajaran yang diterapkan setelah tertanamnya pengertian (Ruseffendi, 1993: 117).

11. Teori Dienes (Joyfull Learning)
Zoltan P.Dienes adalah seorang matematikawan yang memfokuskan perhatiannya pada cara pengajaran.Dienes menekankan bahwa dalam pembelajaran sebaiknya dikembangkan suatu proses pembelajaran yang menarik sehingga bisa meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran matematika.



12. Teori Polya
Pemecahan masalah merupakan aktivitas intelektual yang paling tinggi. Pemecahan masalah harus didasarkan atas adanya kesesuaian dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa, supaya tidak terjadi stagnasi.
Tahapan pemecahan masalah:
1) Memahami masalah
2) membuat rencana/cara penyelesaian masalah
3) menjalankan rencana/menyelesaikan masalah
4) melihat kembali/recek.

13. Freudenthal dan Treffers (RME: Realistic Mathematics Education) 
•       pematematikaan: horizontal (H), diteruskan Vertikal (V);
realistic (H+,V+)‏
•       mekanistik (drill & practice: (H- dan V-); empiris (H+, V-);
strukturilistik (H-, V+)‏


14. Teori Van Hiele
Tahap perkembangan siswa dalam memahami geometri:
1) Pengenalan
2) analisis
3) pengurutan
4) deduksi
5) keakuratan (rigor)

Menurut Van Hiele ada tiga unsure dalam pengajaran matematika yaitu waktu,materi pengajaran danmetode pengajaran,jika ketiganya ditata secara terpadu maka akan terjadi peningkatan kemampuan berfikir anak kepada tingkatan berfikir lebih tinggi

15. John Dewey (CTL) 
•      mengkaitkan bahan pelajaran dengan situasi dunia nyata
•      mendorong siswa menghubungkan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari, pengalaman sesungguhnya dan penerapannya / manfaatnya
•      strategi: authentic, inkuiri, praktek kerja, pemecahan masalah


16. Aliran latihan mental
Otak diibaratkan seperti otot, jika ingin kuat harus sering dilatih, makin keras dan sulit latihannya akan lebih baik hasilnya.

17. Teori Tollman
Sesungguhnya, pada tahun 1930 pakar psikologi AS Edward C. Tolman sudah meneliti proses kognitif dalam belajar dengan penelitian eksperimen bagaimana tikus belajar mencari jalan melintasi maze (teka-teki berupa jalan yang ruwet). Ia menemukan bukti bahwa tikus-tikus percobaannya membentuk “peta kognitif” (atau peta mental) bahkan pada awal eksperimen, namun tidak menampakakan hasil belajarnya sampai mereka menerima penguatan untuk menyelesaikan jalannya melintasi maze—suatu fenomena yang disebutnya latent learning atau belajar latent. Eksperimen Tolman
menunjukkan bahwa belajar adalah lebih dari sekedar memperkuat respons melalui penguatan.

18. Teori Clark Hull
Clark Hull mengemukaan konsep pokok teorinya yang sangat dipengaruhi oleh teori evolusi. Menurutnya tingkah laku seseorang berfungsi untuk menjaga kelangsungan hidup.

19. Teori Bloom dan Krathwohl
Teori Bloom dan Krathwohl mengemukakan tiga hal yang bisa dikuasai oleh siswa, meliputi: ranah kognitif, ranah psikomotor dan ranah Afektif. Tiga ranah itu tercakup dalam teori yang lebih dikenal sebagai Taksonomi Bloom.

20.  Teori Kolb
Kolb membagi tahapan belajar ke dalam empat tahapan, yaitu:
a. pengalaman konkret
b. pengamatan aktif dan reflektif
c. konseptualisasi
d. eksperimentasi aktif

21. Teori Habermas
Habermas berpendapat bahwa belajar sangat dipengaruhi oleh interaksi, baik dengan lingkungan maupun dengan sesama manusia. Lebih lanjut ia mengelompokkan tipe belajar menjadi tiga bagian, yaitu:
a. belajar teknis
b. belajar praktis
c. belajar emansipatoris

22.  Teori Landa
Menurut Landa ada dua proses berpikir. Pertama disebut proses berpikir algoritmik, yaitu proses berpikir linier, konvergen, lurus menuju ke satu sasaran. Jenis kedua adalah cara berpikir heuristik, yakni cara berpikir divergen menuju ke beberapa sasaran sekaligus.

23. Teori Pask dan Scott
Pask dan Scott juga membagi proses berpikir manjadi dua macam. Pertama pendekatan serialis yang menyerupai pendekatan algoritmik yang dikemukakan Landa. Jenis kedua adalah cara berpikir menyeluruh yaitu berpikir yang cenderung melompat ke depan, langsung ke gambaran lengkap sebuah sistem informasi.


 

Followers

Follow Me On Twitter Facebook Fanspage Circle Me On Google Plus