.

Breaking News

Minggu, 02 April 2017

Belajar Menjadi Guru Melek Teknologi

Belajar Menjadi Guru Melek Teknologi


Berbanding lurus dengan perkembangan teknologi digital dan koneksi internet yang sedemikian pesatnya , maka seyogyanya proses pembelajaran akan menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Pada kondisi seperti sekarang ini, belajar seharusnya bukan lagi merupakan suatu hal yang membosankan, tetapi seharusnya menyenangkan. Berkat perkembangan teknologi, pilihan materi pelajaran tidak semata-mata didapat dari buku teks atau buku paket dan dari penjelasan guru sahaja, ,melainkan dapat diserap dari dunia maya dan disajikan dengan suara dan gambar bergerak yang menarik. Pendidik dan peserta didik dapat secara langsung mengakses berbagai informasi yang diperlukan melalui internet dan menyajikannya informasi tersebut dengan menggunakan sarana multimedia. Ini tentu menyenangkan, apalagi ditunjang oleh para peserta yang ada dan lahir di era teknologi. Setiap hari mereka bersinggungan langsung dengan berbagai alat-alat cerdas dan canggih. Jari lentik dan otak mereka piawai dan terbiasa “memainkan” piranti teknologi. Tentunya pembelajaran dengan cara ini membuat peserta didik lebih cepat faham dan mereka juga senang.

Tetapi permasalahan yang muncul adalah rendahnya penerapan IT di sekolah-sekolah disebabkan bukan hanya dari sisi infrastruktur internet yang belum merata, tapi juga dari tenaga pengajar yang belum mengerti tentang teknologi. Tidak semua tenaga Pendidik mampu dan cakap memanfaatkan fasilitas teknologi itu, belum lagi masih gagap menampilkannya kepada peserta didik. Ketika guru tidak mengerti mengoperasikan teknologi ajar, maka seringnya guru itu malas menggunakan teknologi itu. Akhirnya, karena malas menggunakan teknologi, yang ada teknologi yang bisa memudahkan mengajar, justru dia simpan di lemari saja.

Ketidakmampuan ini, antara lain disebabkan oleh sebagian besar guru lahir dan ada jauh sebelum marak dan gencarnya penggunaan teknologi, sehingga bagi guru berbagai item teknologi tersebut merupakan pendatang baru. Tentunya membutuhkan waktu, tenaga dan kesadaran, demikian pula perlu motivasi dan kemauan yang kuat bagi guru untuk beadaptasi dan menyerap serta memanfaatkan teknologi itu. Ketidaksiapan fisik dan mental berkolaboasi inilah bagi sebagian guru menjadi faktor penghambat.

Oleh karena itu, untuk mengatasi persoalan ini, mau tidak mau, suka tidak suka , seorang pendidik harus berusaha membekali diri dengan kompetensi IT, tentunya dengan cara belajar, baik secara otodidak maupun terbimbing . Sebagian guru memiliki kemampuan untuk belajar sendiri atau otodidak, dengan membaca artikel-artikel IT dan berupaya mempraktekkannya sendiri, namun sebagian guru lain butuh seorang narasumber dan fasilitator untuk memahami item-item teknologi.

Dalam rangka membantu para guru selaku tenaga pendidik dalam memahami dan memanfaatkan teknologi, Ikatan Guru Indonesia rela berbagi yaitu dengan mengadakan berbagai pelatihan baik secara offline maupun online. IGI menyelenggarakan berbagai workshop literasi diantaranya membimbing guru “menulis” entah itu sekedar artikel atau menuntun penulisan pembuatan buku buku . Melatih pembuatan blog sebagai wadah untuk mempublikasikan berbagai artikel, IGI menuntun para guru dalam menggunakan berbagai piranti atau perangkat keras maupun perangkat lunak teknologi, dan masih banyak lagi pelatihan lain. IGI mengharapkan para tenaga Pendidik di indonesia menjadi Guru Piawai dan Hebat. Melalui guru guru piawai dan hebat inilah insyaallah akan melahirkan generasi muda penerus bangsa yang hebat pula. Diyakini dari generasi hebat, nantinya akan mendongkrak mutu pendidikan Indonesia menjadi lebih baik,di kancah nasional ataupun internasional .

Di bagian akhir tulisan ini, penulis mencoba membangunkan kita semua, terutama penulis sendiri. “Jangan panik Bapak dan Ibu guru, tenang saja”…..selama masih ada kemauan kuat, rasa ingin tahu yang tinggi, penasaran terhadap piranti teknologi, bersemanagat untuk menimba pengetahuan, tidak takut salah untuk mencoba, tidak patah semangat dan tidak beputus asa bila belum berhasil, insyaAllah wa lau syaAllah gagap teknologi menjadi piawai teknologi. مَنْ جَدَّ وَجَدَ siapa yang bersungguh-sungguh tentu akan mendapat”.

*Penulis : Hadiyanto, Guru MIN Ketapang, Kalbar.

(Peserta workshop nasional, Pemanfaatan IT Dalam Inovasi Belajar Kreatif Dengan Metode Menemu Baling, di Ketapang, 25 Maret 2017)




Blog Ilmu Matematika
http://ilmu-matematika.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SMS/WA: 087864437541 dan Phone: 085337633121 | Email: yoyoapriyanto@gmail.com | Klik Tentang: YOYO APRIYANTO